Moment of process making this book

Assalamu’alaikum wr.wb
Haloo semua!

Di update-an blog terbaru kali ini. Aku akan berbagi pengalaman tentang buku pertamaku. 

Buku pertama? Buku apa? Kapan bikinnya? Emang diterbitkan dimana?
Eitsss...... pertanyaan itu semua akan aku jelasin okee

12 Januari 2017, 
Seorang guru Bahasa Inggris wajib Mrs. Sumirah memberikan materi baru tentang Biografi. And then, beliau memberikan kita projek untuk membuat biografi salah satu teman kita. Aku kira, teman sebangku. Jadinya, aku biasa aja.

Namun, kenyataan berkata lain. Mrs. Sumirah menunjuknya sesuai dengan urutan absen dari bawah ke atas. Kebetulan aku absen 5 dan diatas ku asben 4 (yaiyalah). Dan orang yang berabsen 4 itu adalah Panji. Teman lama ku di MTs. Alhamdulillah .....

Projek ini bener-bener kita disuruh bikin buku Biografi. Mulai dari mewawancarai narasumber, mengetik hasil informasi, mengedit, membuat cover dan mencetaknya dipercetakan. Dan semua itu kita lakukan secara mandiri. Dan Mrs. Sumirah memberikan waktu 2 bulan lamanya untuk menyelesaikan projek tersebut hingga awal bulan Maret di minggu ke-2. Beliau juga memberikan kita schedule agar mempermudah dalam proses pembuatan. Namun, aku hanya mengikuti schedule itu sementara.

Minggu pertama dan kedua, aku mencari informasi tentang kehidupan Panji. Minggu ketiga dan keempat aku masih mencari informasi sambil aku membuat kerangka penulisan.
Namun, di minggu berikutnya aku harus menunda projek ini. Dikarenakan, aku salah satu anggota panitia EBF Party di sekolah. Dan aku masuk dalam anggota dekor yang bisa dibilang sibuk lah ya, hehehe.  
Acara tersebut akan diselenggarakan awal Maret. Dan itu juga hampir mendekati deadline. Untung nya, aku sudah mengetik beberapa informasi yang aku dapatkan.
Selama seminggu penuh di akhir bulan Februari aku sibuk dengan kegiatan dekor ku. Pulang sore dan di H-1 acara bermalam di sekolah untuk melanjutkan dekor hingga malam.

Setelah acara EBF Party telah berlalu, aku langsung melanjutkan projek Biografi yang tertunda ini. Aku mengetik dan mengetik. Hingga kapanpun dan dimanapun aku membawa laptop dan kamus. Saat acara keluarga pun, aku selalu membawa tas ransel yang berisikan laptop dan kamus. Ya, begitulah kalau sudah mendekati deadline.

Tapi, tiba-tiba ada rumor kalau tanggal 16 maret anak kelas 10 dan 11 akan libur. Dikarenakan UAS untuk kelas 12. Itu berarti, presentasi dan pengumpulan buku di tunda sampai selesai liburan. Dan aku sangat senang sekali.

Namun, malang lah nasib ku dan teman-teman.

Mrs. Sumirah memajukan deadline nya pada hari rabu tanggal 15 Maret. Pupus lah harapan ini. Jadi, kami masih punya waktu 5 hari lagi sebelum deadline.
Aku yang mendengar pemajuan pengumpulan buku tersebut, langsung menyelesaikan Biografi ini secepatnya dan berencana ingin datang ke percetakan pada hari minggu.
Nasib atau memang begini keadaannya, percetakan yang menjadi rekomendasi oleh teman-teman ku itu tutup. Lalu, aku berkeliling kota untuk mencari namun tutup juga.
Jadi, hari senin lah, kami baru akan pergi ke percetakan.

Setekah pulang sekolah, kami datang ke tempat percetakkan, dan akan sudah selesai keesokan harinya.
Keesokan harinya, kami siap mengambil buku dan siap untuk di kumpulkan besok.
Namun, nasib ku yang seperti nya kurang beruntung. Telah terjadi kesalahan cetak halaman sampul depan dan isi terhadap buku. Perasaan ku saat itu, sangat sedih dan frustasi. Karena, besok adalah hari pengumpulannya. Aku lalu meminta kepada pekerja nya untuk mencetak ulang, dan buku itu akan siap nanti malam sebelum isya.

Dan alhamdulillah, nasib baik diperuntukan padaku. Buku pertama ku telah terbit. Dan aku tidak haru membayar dua kali lipat atas kesalahan pencetakan tersebut. Senyum ku sumringah dan esok akan ku kumpulkan buku Biografi ini.......

Meskipun projek ini lumayan sulit tapi gak sulit sulit banget bagi ku, tapi ada pelajaran yang aku ambil selama proses pembuatan :
  1. Aku  bisa mengasah writing skill ku lagi. Karena, sesuai dengan quote Mrs. Sumirah yaitu “Write more, read more, speak more and louder. And be up-to-date”. So, dalam penulisan aku sempat memperhatikan grammar tetapi, kadang aku abaikan saja kalau tidak tahu. Hehe 
  2. Projek ini melatih perasaan emosional kita. Karena, bukan hanya projek ini saja yang kita dapat, tapi masih ada tugas dan projek lainnya yang menanti dibelakang. Apalagi, aku juga sempat disibukkan dengan menjadi panitia dekor dan latihan menari untuk projek seni budaya.
  3. Membuat time management menjadi lebih sedikit membaik. Karena, harus pandai mengatur waktu, kapan harus melanjutkan projek ini, kapan beristirahat dan kapan mengerjakan projek lainnya. 
  4. Mampu memilih mana yang menjadi prioritas utama. Mana yang harus diselesaikan dan mana yang harus ditunda.









Beberapa gambar yang ada di dalam buku Panji mulai dari sampul depan hingga sampul belakang.
Mungkin cukup sekian cerita pengalaman Diput dalam proses pembuatan buku ini.
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kalian yaa para readers!

Wassalamu'alaikum wr.wb





Komentar